Belajar Arti Kesabaran

0

Apa sih pengertian sabar? Menurut sumber yang saya dapatkan dari internet, sabar adalah menahan diri dari segala sesuatu bentuk kesulitan, kesedihan atau menahan diri dalam menghadapi sesuatu yang tidak disukainya.

Dari pengertian sabar diatas memang keliatannya agak susah untuk melakukannya, tapi nah yang namanya menjalani hidup pasti ada saat-saat dimana kita harus bersabar dalam menghadapi sesuatu yang ahsudahlah.....

Akhir-akhir ini saya sering mengalami sesuatu yang bisa dibilang sangat menyebalkan, memaksa saya harus memiliki kesabaran yang ekstra. Saya sadar, ketidaksabaran akan mengakibatkan sesuatu kegelisahan, kebencian, dan permusuhan. Dengan bersabar, maka akan merasakan hidup lebih damai karena setiap hal yang dilakukan akan mengalir dengan sendirinya. (weleh sok bijak)

Saya banyak belajar arti kesabaran justru bukan dari orang-orang hebat seperti para motivator, melainkan dari orang-orang yang jauh dibawah saya. Ada banyak hal yang bisa saya petik sebagai pelajaran, entah itu dalam kesulitan, kesedihan, atau bahkan sesuatu yang kurang mengenakan.

Banyak orang yang tidak merasakan kebahagiaan dalam menjalani hidup ini karena kurangnya rasa syukur dan sabar. Padahal, suatu kebahagiaan dibangun dengan 2 landasan, yaitu syukur dan sabar. Sabar bukanlah diam tanpa kata. Sabar bukanlah diam menunggu berlalunya sesuatu. Dan sabar bukanlah sikap pasrah dalam menghadapi sesuatu, atau bisa diartikan sesabaran yang sebenarnya adalah sifat istiqomah. 

LIDAH VS PEDANG

0



Ada pepatah bilang, "Lidah Lebih Tajam Dari Pada Pedang" Iyaps, saya sangat setuju dengan apa yang dikatakan oleh pepatah ini mengenai tajamnya lidah yang melebihi tajamnya pedang. Sebuah caption yang menggambarkan ucapan seseorang mampu menyakiti hati orang yang rasa sakitnya lebih pedih dari terkena senjata tajam.

Lidah memang tak bertulang, tapi kenyataannya dapat mengiris hati seseorang. Mungkin masih ada harapan sembuh bila pedang hanya melukai tubuh kita. Namun, bagaimana bila lidah sudah melukai hati? Kemanakah kita harus berobat?

Jangan asal bicara bila tidak bisa memahaminya, dan jangan biasakan menganggap enteng ucapan dalam versi diri kita sendiri, karena belum tentu ucapan kita baik juga menurut versi seseorang yang tengah kita ajak bicara.

Kita manusia memang tak luput dari dosa, begitupun dengan saya sendiri. Akan tetapi sudah menjadi kewajiban kita untuk menjaga diri kita dari panasnya api neraka dengan menjaga lisan sebagaimana yang telah dikatakan oleh Nabi Muhammad S.A.W.

Tapi kenyataannya, mengapa lidah orang terdekat seperti keluarga lah yang lebih sering mengiris hati ketimbang orang-orang yang baru dikenal, bila sudah begini bisa apa? Cuma bisa bersabar menghadapi tajamnya lidah yang terkadang begitu pedih untuk dirasakan.

Saya tidak mau berasumsi aneh-aneh apalagi berfikiran negatif, saya sadar tujuannya berucap baik dan benar, namun hanya cara penyampaiannya saja yang salah. Sebagai orang yang berakal tentunya kita harus dapat menyaring sisi positifnya untuk pembelajaran kedepannya.

Predikat Mahasiswa Abadi

0


Berdasarkan sumber yang saya dapatkan dari mbah Google. Mahasiswa abadi adalah mahasiswa yang masa kuliahnya lama. Tidak hanya lama, pada suatu titik, dan tidak jelas kapan mahasiswa itu akan lulus.

Weleh weleh yang saya font tebal kok kesannya agak gimana gitu ya, saya sendiri yang sudah pantas mendapatkan predikat mahasiswa abadi agak sedikit kurang setuju. Hla wong ngawur! Terkadang hasil pencarian dari mbah google emang sekampret itu.

Sebenernya banyak sekali alasan yang masuk akal, mengapa tak kunjung lulus dan malah menjadi mahasiswa abadi, dan bukan berarti si mahasiswa itu sendiri yang bego. Misalnya, karena memang belum punya planning kedepannya setelah wisuda, terlalu sibuk dengan organisasi kampus, masih betah di kampus gara-gara gebetannya juga belum wisuda, belum pingin dipaksa nikah sama emak yang udah kebelet punya cucu, dan blablablaa...... "yeahh this is true".

Jadi jangan terlalu beranggapan kalo mahasiswa abadi itu bego-bego, iya sih meskipun ada juga beberapa yang emang bego beneran. wgwgwg

Bahkan temen saya pernah cerita, katanya ngerasa nyesel wisuda duluan. Hla wong posisi jomblo udah disuruh nikah terus sama emaknya, mau daftar kerja juga ketolak terus padahal nilai IPK 3 lebih, dan ujungnya cuma main game online tiap hari bareng saya.

Nyatanya, sebutan “mahasiswa abadi” lebih lekat dengan stigma negatif di masyarakat. Makanya, pas lagi ngumpul bareng keluarga dan yang dibahas malah tentang pendidikan, terkadang perasaan hina dan minder sering kali muncul. Jadi jangan heran kalo pas lebaran sering kali menghindar saat acara keluarga.

Belum lagi, sebutan mahasiswa abadi sering menjadi bahan olok-olok di media sosial. Hati rasanya bercampur aduk, seperti gado-gado, pas semua orang menyaksikan guyonan yang super “sadis” itu.

Kadar Bahagia

0


Kadar Bahagia

Semua orang punya kadar bahagianya sendiri-sendiri

Kita nggak bisa menuntut orang untuk bahagia dengan kebahagiaan yang kita rasakan

Kita juga nggak bisa memaksa diri untuk bahagia dengan kebahagiaan orang lain

Terlalu jahat memang

Jika aku terlalu memandang orang tidak bahagia karena kebahagiaan mereka tidak sependapat dengan kita.

Tapi apa kamu merasakan apa yang aku rasakan?

Traveling di Dunia Maya

0



Sekarang apa sih yang gak bisa?

Mau liat indahnya sunrise cappadocia aja bisa dengan klik tombol google

Ramainya festival di tokyo tinggal search di youtube

Bahkan meliat awan di atas Burj khalifa tower aja tinggal follow instagramnya Prince fazza

Nggak perlu membuang banyak waktu untuk bisa melihat keindahan dunia

Nggak perlu punya duit banyak untuk keliling dunia

Kita semua biaa traveling di dunia maya

Berkenalan dengan orang asing

Berjalan jalan dengan satu sentuhan

Hingga lupa kita mempunyai dunia nyata yang lebih asik dari travelling di dunia maya

Tulisan by : Si Kampret