Predikat Mahasiswa Abadi

0


Berdasarkan sumber yang saya dapatkan dari mbah Google. Mahasiswa abadi adalah mahasiswa yang masa kuliahnya lama. Tidak hanya lama, pada suatu titik, dan tidak jelas kapan mahasiswa itu akan lulus.

Weleh weleh yang saya font tebal kok kesannya agak gimana gitu ya, saya sendiri yang sudah pantas mendapat predikat sebagai mahasiswa abadi agak sedikit kurang setuju. Hla wong ngawur! Terkadang hasil pencarian dari mbah google emang sekampret itu.

Sebenarnya banyak sekali alasan yang masuk akal, mengapa tak kunjung lulus dan malah menjadi mahasiswa abadi, dan bukan berarti si mahasiswa itu sendiri yang bego. Misalnya, karena memang belum punya planning kedepannya setelah wisuda, terlalu sibuk dengan organisasi kampus, masih betah di kampus gara-gara gebetannya juga belum wisuda, belum pingin dipaksa nikah sama emak yang udah kebelet punya cucu, dan blablablaa...... "yeahh this is true".

Jadi jangan terlalu beranggapan kalau mahasiswa abadi itu bego-bego, iya sih meskipun ada juga beberapa yang emang bego beneran. wgwgwg

Bahkan temen saya pernah cerita, katanya ngerasa nyesel wisuda duluan. Hla wong posisi jomblo udah disuruh nikah terus sama emaknya, mau daftar kerja juga ketolak terus padahal nilai IPK 3 lebih, dan ujungnya cuma main game online tiap hari bareng saya.

Sebutan “mahasiswa abadi” lebih lekat dengan stigma negatif di masyarakat. Makanya, pas lagi ngumpul bareng keluarga dan yang dibahas malah tentang pendidikan, terkadang perasaan hina dan minder sering kali muncul. Jadi jangan heran kalau pas lebaran para mahasiswa abadi sering kali mlipir atau menghindar pas lagi ada acara keluarga.

Belum lagi, sebutan mahasiswa abadi sering menjadi bahan olok-olok di media sosial. Hati rasanya bercampur aduk, seperti gado-gado, pas semua orang menyaksikan guyonan yang super “sadis” itu.

Kadar Bahagia

0


Kadar Bahagia

Semua orang punya kadar bahagianya sendiri-sendiri

Kita nggak bisa menuntut orang untuk bahagia dengan kebahagiaan yang kita rasakan

Kita juga nggak bisa memaksa diri untuk bahagia dengan kebahagiaan orang lain

Terlalu jahat memang

Jika aku terlalu memandang orang tidak bahagia karena kebahagiaan mereka tidak sependapat dengan kita.

Tapi apa kamu merasakan apa yang aku rasakan?

Traveling di Dunia Maya

0



Sekarang apa sih yang gak bisa?

Mau liat indahnya sunrise cappadocia aja bisa dengan klik tombol google

Ramainya festival di tokyo tinggal search di youtube

Bahkan meliat awan di atas Burj khalifa tower aja tinggal follow instagramnya Prince fazza

Nggak perlu membuang banyak waktu untuk bisa melihat keindahan dunia

Nggak perlu punya duit banyak untuk keliling dunia

Kita semua biaa traveling di dunia maya

Berkenalan dengan orang asing

Berjalan jalan dengan satu sentuhan

Hingga lupa kita mempunyai dunia nyata yang lebih asik dari travelling di dunia maya

Tulisan by : Si Kampret

Kenapa Suka Posting Foto Buku ?

0


Aku suka baca buku belum lama kira-kira dua tahunan yang lalu, sebelumnya aku ngak pernah suka sama yang namanaya buku. Boro-boro baca novel atau sejenisnya, buku pelajaranaja ogah-ogahan dibaca.

Koala kumal karyanya bang Raditya Dika itu buku pertama yang aku beli. Kenapa sih musti bukunya Bang Dika ? ya karena aku suka sama stand up comedynya, udah gitu aja Hehehe Nah setelah itu  aku sering beli buku , dari buku baru sampai buku bekekas. Seperti anak alay pada umumnya yang baru nyentuh buku, buku yang rampung dibaca, aku tata rapih bak #Bookstagram lanjut me-review buku itu. Beberapa kali posting foto buku mulailah tumbauh rasa ketagihan untuk posting foto buku terus menerus.

Bukan tanpa alasan kenapa aku suka posting foto buku, pertama karena  aku orangnya pelupa aku catatat isi menarik dari si buku di setiap caption.

Kedua aku pengen ada orang dulunya nggak suka baca buku kaya aku jadi tertarik setidaknya nanya judul buku apa yang sedang aku baca.

Nah terakhir nih, aku juga butuh teman yang suka share buku biar betah baca.

Sampai akhirnya kau nemuin beberapa youtuber dan blogger yang berkutat dengan dunia buku,  dan timbul rasa igin tau berlebih, dari situ aku mengikuti beberapa blog yang berkaitan dengan review buku. Baru ku sadari ternyata berkutat dengan dunia buku tak membosankan seperti yang aku pikirkan dulu.

Memang sih aku bukan anak yang berpendidikan tinggi, nggak punya wawasan luas ataupun punya pengalaman yang banyak. Tapi entah keajaiban dari mana, aku bisa masuk komunitas #WonosoboMuda yang notabene pemuda-pemuda Wonosobo yang berpendidikan tinggi dan kritis dalam membangun Wonosobo.

Sebenernya malu sih, minder juga karena pas aku masuk di komunitas itu aku cuma seorang karyawan biasa, dan akhirnya aku cuman ngikutin kegiatan via online sampai sekarangpun aku belum ngikutin secara langsung kegiatan-kegiatan itu.

#WonosoboMuda baru-baru ini juga sedang mengerjakan project membikin perpustakaan dan open donasi berupa uang, buku baru, maupun bekas. Di dalam grup WhatsApp full teamnya juga membahas beberapa buku yang mereka pernah baca. Aku cuman bisa melongo nyimak betapa kerennya orang yang #senengmaca bisa sharing isi buku yang mereka baca.

Lanjut ke komunitas lain di wonosobo yang aku tau komunitas ini juga dari grub #WonosoboMuda. Lingkar Baca Wonosobo atau Gerombolan membaca. Mungkin aku belum pernah ikut kegiatan baca gratis secara langsung, tapi dari postingannya itu sebuah wadah yang memberikan akses kita secara cuma-cuma. Bahkan dengan adanya lapak keliling ini yang tadinya orang hanya lewat percuma jadi melirik buku yang tertumpuk rapi yang bisa ditemukan dimana saja. Bagaikan jajanan lama dengan kemasan baru, perpustaakan yang kita kira berisi orang-orang pintar yang pandai membaca kini semua orang bisa menikmati nikmatnya baca bahkan hanya sekedar ngobrol belaka.

Nah dari situ aku baru sadar, membaca buku itu memang nggak sengantuk yang di lakukan. Bahkan bisa bikin ketagian ketika menemukan buku yang tepat dengan apa kita rasakan. Apalagi bertemu dengan orang-orang yang sangat dekat dengan buku, bahkan komunitas yang peduli dengan minat baca masyarakat. Pada dasarnya memang buku itu jendela dunia , membuka wawasan, menjelajah ilmu pengetahuan dengan tumpukan kertas berbentuk tulisan..

oh iya, Selamat Ulang Tahun untuk ARPUSDA WONOSOBO yang ke-28. Terimakasih telah memberikan kami sarana menjelajah dunia, Terimakasih selalu menjadi pendukung komunitas-komunitas pecinta buku, semoga kedepannya makin maju dan terus memberikan pengaruh positif untuk Wonosobo tercinta.

Tulisan by : Si Kampret

It’s Okay Not To Be Okay

0


Akan ada hari dimana kamu menyadari bahwa kamu hanyalah manusia biasa, dan ketika menangis bukan berarti kamu lemah.

Mungkin itu bagian dimana kamu bisa leluasa merayakan emosi dengan air mata.

Bagian dimana kamu mempunyai kekurangan seperti orang pada umumnya, dan harusnya kamu paham dengan teori tentang “tidak ada yang sempurna di dunia ini” . Tak perlu memaksakan untuk mahir di segala bidang jika memang kamu tak bisa melakukannya.

Bagian dimana kamu harus menyadari semua kesalahan karena sikap dan tingkahmu sendiri, selalu mengulangi kesalahan yang sama, selalu mendikte orang dengan logikamu sendiri. Akuilah ketika kamu salah dan terlalu sering merasa paling benar, berikan sambutan kepada rasa malu yang sering perpaling saat kamu merasa paling pintar.

Bagian dimana kamu menghadap Illahi tetapi mulai pudar getaran yang ada di hati, bersujud sekedar formalitas tanpa arti. Menyadari ibadah adalah kewajiban namun lupa bahwa ibadah adalah sebuah kebutuhan. Terlalu bahagia dengan dunia hingga lupa dimana kamu akan hidup selamanya.

It’s okay not to be okay 
Belajarlah berkata cukup jika memang tak mampu

Belajarlah menghargai  sebelum kehilangan
Belajarlah meneteskan air mata ketika hatimu terlalu beku untuk menyadari siapa sebenarnya dirimu di dunia ini.

Tulisan By : Si Kampret